« May 2008 | Main | July 2008 »

June 09, 2008

Ke dokter gigi...

Images

Aku udah ga ingat kapan terkahir kali ke dokter gigi. Yang pasti ke dokter gigi selalu menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Dan akhirnya aku harus "kembali" lagi ke dokter gigi. Awalnya dimulai dari gusiku yang membengkak, karena ada sisa gigi yang belum copot. Biar hemat biaya konsultasi, aku langsung makan antibiotik untuk meredakan bengkaknya gusi itu. Ini juga dari pengalaman sebelum-sebelumnya kalo mau cabut gigi tidak boleh pada saat lagi bengkak. rasanya ga nyaman banget.

Setelah 5 hari, bengkaknya reda, akhirnya aku niatkan ke dokter gigi di samping kost-anku. Alasannya dekat, ga perlu ongkos. Setelah diperiksa, kata dokternya harus dirontgen dulu, karena sisa giginya di dalam gusi dan kecil. Jadinya aku pulang tanpa diapa-apain. Bayar aja ga..."baik banget nih dokter", pikirku.
Besoknya aku ke rumah sakit sambil bawa surat rujukan dari dokter gigi itu. Setelah dirontgen, aku ngeliat hasl fotonya. memang sisa giginya kecil dan di dalam gusi. Kayak nyempil aja di antara gigi yang lain.. "Bakal dibedah nih, soalnya di dalam gusi gitu..", lagi-lagi opiniku bermain. Berhubung waktu itu hari Selasa, dan Rabu sampai Jumat aku harus ikut Raker kantor di Puncak, aku urungkan ke dokter gigi hari itu. Daripada ga konsen ikut rapat, cabut giginya ditunda dulu.

Ternyata yang namanya raker benar-benar melelahkan. Yang namanya kurang tidur itu pasti...apalagi kalau jadi notulen tetap. Harus nyiapin waktu buat merapihkan notulensi. Alhasil, karena ga fit kepala jadi pusing. Untungnya Jumat siang raker udah beres. jadi aku bisa ke dokter gigi sorenya.

Sore hari, masih dengan kondisi adan ga fit plus lagi dalam siklus bulanan, aku nekat ke dokter gigi buat menyelesaikan urusan yang tertunda. Aku pikir hari Sabtu-Minggu yang libur bisa benar-benar istirahat kalaupun harus dibedah giginya. Jadi tidak mengganggu waktu kerja.

Begitu dokter gigi-nya melihat hasil rontgen kemarin, dia langsung bilang gini " Ah..kecil ini, dicabut aja ya...bentar kok". Jadilah aku berbaring di kursi itu dan diklerjain ama dokternya. Anehnya ga pake dianestesi dulu, main cabut aja...sakit buanget...sampai aku menjerit. Begitu selesai, dokternya bilang " Kok gede ya...ini masih gigi susu, di gambar kecil ya...". Hmphhhhfff

Masih dengan rasa sakit, dokternya nyebutin nominal yang harus aku bayar. Seratus lima puluh ribu rupiah. Karena pengen cepat pulang, aku langsung membayar (dan lupa minta kuitansinya). Dokternya bilang jangan kumur-kumur, karena bisa bikin darahnya tambah banyak keluar. Disuruhnya gigit kapas dan makan obat analgesik. Jadilah malam itu aku benar-benar kesakitan. Udah sakit gigi ditambah lagi sakit karena menstruasi. Waktu aku curhat ke mama-ku, mamaku malah menyalahkan aku. "Salahmu sendiri..lagi ga fit eh cabut gigi..ya bisa infeksi dong..". Dan benar juga, bangun besok paginya pipiku jadi double tembem alias membengkak di sebelah kiri. Setelah tanya-tanya ke saudara kembarku yang (calon) dokter dan apoteker, aku disuruh makan antibiotik 5 hari. Jadilah silent weekend karena aku ga bisa ngomong.
Minggu sore, bukannya mereda sakitnya tapi makin menjadi-jadi. Pasalnya di sudut rahang ada sariawan gede. Entah apa penyebabnya yang pasti sakitnya jadi nambah...kyaaaaaaa.
Ooough...pengennya cepat beres jadi gini deh..nambah sakit. Udah gitu ga bisa klaim biaya pengobatan ke kantor karena ga ada kuitansinya. Pelajarannya...kalau lagi ga fit jangan cabut gigi, trus jangan pernah lupa minta kuitansi pembayaran berobat ke dokter...

My Photo
Powered by Friendster Blogs

August 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            

rame-rame

  • go green indonesia!
  • Cara Membuat Blog
  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape